Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label edukasi

Peran Pendidikan Untuk Menjemput Masa Depan

  Banyak menganggap pendidikan itu menjamin kesuksesan. Albert Einstein, salah satu tokoh fisikawan menyatakan, Bahwa yang Mengganjal Pembelajaran Saya Adalah Pendidikan saya, ia selalu menghabiskan waktunya dalam Laboratorium daripada menjalankan akademisnya seperti Mahasiswa-Mahasiswa lainnya. Sejauh mana kita ketahui berma bahwasanya. Kuliah dan masuk ruangan belum tentu ada aktivitas belajar, IPK tinggi belum menjamin kualitas dan mutu diri, Ijasa hanya menandakan kita pernah bersekolah dan berkuliah, belum menandakan kelak nanti akan mendapatkan pekerjaan.  Dalam buku jejak langkahnya Bung Karno, dia mengatakan bahwasanya, Tingginya suatu pohon akan lebih tinggi anggin yang menggoyangkan, tidak ada jalan yang tak berbatu, dan tidak ada pula lautan yang tak berombak, tidak akan ada kesuksesan dan cita-cita yang kita raih tanpa adanya halangan yang merintangi. Jika di kolerasikan buku ini menjelaskan bahwa diperlukan persiapan yang matang untuk berjuang dan bertarung demi...

HMI Komisariat Muhammad Darwis gelar diskusi mision HMI Untuk Menjawab Tugas Dan Fungsi Kader HMI

  Alhamdulillah Follow up Mission HMI eloh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Muhammad Darwis Bidang PPPA Diskusi Ke HMI-an. Bertempat di lapangan Auditerium Universitas Muhammadiyah Mataram. Ketua Umum HMI Komisariat Muhammad Darwis Fauzi Assalam, dalam Sabutan awalnya Follow Up Materi HMI iyalah menanamkan kembali materi materi HMI yang paska awal mengikuti forum latihan kader I (Basic Training) Dalam momentum Follow up Mission HMI (24/11)  bagi seorang kader hmi dengan kata - kata mission. Misi sendiri adalah tugas dan tanggung jawab yang diemban bagi setiap kader HMI. Bagi setiap kader HMI wajib hukumnya untuk mempunyai misi masing - masing dan tentunya tak lepas dari 2 komitmen asasi yang ada di misi itu sendiri.  Kedua komitmen tersebut adalah cara memandang utuh melihat bangsa Indonesia terhadap tanggung jawab sebagai warga negara dan sebagai kader HMI tuturnya. Berdirinya suatu organisasi tidak bisa terlepas dari hasrat untuk mencapai tujuan tertentu, terma...

Mempertautkan Kritik, terhadap Krisis Negara Hukum Dan Trias Political Kenegaraan

  Ditulis Oleh: Agil Almunawar Mempertautkan Kritik, terhadap Krisis Negara Hukum Dan Trias Political Kenegaraan, Negara Indonesia adalah Negara hukum, merujuk pada pasal 1 ayat 3 (lihat: UUD 1945). Berpijak pada konteks Indonesia sebagai negara hukum dinilai paradoks dalam kenyataannya. Pernyataan demikian, muncul dari kebijakan hukum penguasa yang tidak ada keberpihakan terhadap rakyatnya sendiri. Hukum pada dasarnya lahir atas, kesadaran alamiah manusia yang menginginkan hak-hak dan kebebasan di jamin oleh kekuasaan negara. Dalam lintas sejarah filsuf Perancis Rousseau, menguraikan bahwa hukum itu ada disebabkan adanya negara. Disitu, sebenarnya kekuasaan penguasa diberikan oleh rakyat yang didalamnya terdapat kontrak sosial antar rakyat dan penguasa dengan jaminan agar mampu mendistribusikan kesejahteraan sosial bagi masyarakat.  Uraian teks-teks Undang-Undang Dasar memungkinkan, kedaulatan tertinggi suatu negara ada pada tangan rakyat. Hak-hak asasi di memenuhi selayaknya...

Sinergi Muhammadiyah Di Jantung NTB

  Di tulis oleh: Fahmin Setiawan (Kader Komisariat Muhammad Darwis)    Sejarah mencatat, bersinergi dengan kearifan lokal yang ada di Kotagede yang pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Mataram. Muhammadiyah boleh jadi tampak anti-orang Jawa, tapi sebenarnya ia menjelmakan nilai-nilai Jawa dalam banyak cara,” tulis Matsuo Nakamura dalam buku Bulan Sabit Terbit di Atas Pohon Beringin (2017). Buku ini mengupas tentang sejarah Kotagede, khususnya di dinamika dan pergerakan Muhammadiyah sekurun 1970 hingga 2010. Akademisi asli Jepang yang sudah melebihi dari 40 tahun meneliti Islam di Indonesia dan Muhammadiyah melanjutkan, “Mungkin kita bisa katakan bahwa inilah contoh sebuah agama universal, seperti Islam, yang dimana telah menjadi tradisi agama yang hidup di lingkungan masyarakat Jawa.” Tentunya bukan tanpa alasan seorang Nakamura menyematkan tajuk Bulan Sabit Terbit di Atas Pohon Beringin dalam bukunya itu. Beringin oleh Nakamura digambarkan sebagai simbol masyarak...